Muara Teweh, Bakumpai Pos – Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus utama BARA INDAH SINERGI (BIS) Group dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Green Training Operator (GTO) pada 23 Juli 2026 sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).
Program pelatihan operator alat berat ini dirancang untuk mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten, berkarakter, serta memiliki pemahaman terhadap aspek keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan sesuai prinsip Good Mining Practice.
Pada angkatan pertama, GTO diikuti oleh 12 peserta yang berhasil lolos dari proses seleksi ketat meliputi tes kemampuan intelektual, psikotes, dan pemeriksaan kesehatan. Para peserta terpilih dari total 24 pendaftar yang berasal dari tiga desa lingkar tambang, yaitu Desa Lemo I, Desa Lemo II, dan Desa Kamawen.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori keselamatan kerja dan lingkungan, praktik pengoperasian alat berat secara bertahap bersama instruktur profesional bersertifikat, hingga penguatan karakter mencakup disiplin, kepemimpinan, komunikasi, integritas, serta kerja sama tim.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Unggul Nusantara, Taufiq Alathas, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi pintu persiapan bagi para pemuda desa lingkar tambang menuju masa depan yang lebih baik.
”Pembinaan yang dilakukan memang keras, tetapi hal itu akan menjadi modal kemampuan yang dapat diimplementasikan di masa depan,” kata Taufiq, Rabu (5/8/2026).
Mewakili manajemen BIS Group, ia menjelaskan bahwa program GTO merupakan investasi jangka panjang perusahaan dalam menyiapkan SDM lokal berkualitas sekaligus mendukung operasional pertambangan yang aman dan berkelanjutan.
”Melalui Green Training Operator, kami tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan mengoperasikan alat berat, tetapi juga menanamkan budaya keselamatan kerja, kepedulian lingkungan, dan karakter profesional. Kami berharap para peserta nantinya menjadi tenaga kerja yang kompeten, berintegritas, serta mampu bersaing di dunia kerja, baik di sektor pertambangan maupun sektor lainnya,” ujar Taufiq.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan kompetensi merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan menciptakan nilai bersama (creating shared value).
”Keberhasilan industri tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Program ini adalah bentuk komitmen kami membangun generasi muda yang unggul agar mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah di masa depan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, KTT PT Lautan Hutan Lestari, Ragil Winahyu, menambahkan bahwa program GTO menjadi pilar utama pelaksanaan CSR BIS Group yang mengintegrasikan pembelajaran teori, praktik lapangan, dan pembinaan karakter. Lulusan program ini diharapkan tidak hanya siap bekerja di sektor pertambangan, tetapi juga di berbagai sektor industri lainnya.
”Ke depan, BIS Group berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi peningkatan kualitas SDM di wilayah operasional,” jelas Ragil.
Sementara itu, Arindra Yogiswara selaku Trainer BIS Group jobsite Unggul Nusantara, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberi kesempatan bagi warga lokal agar memiliki kualifikasi sebagai tenaga siap kerja.
”Sebagai pelatih, saya ingin membentuk mindset dan karakter mereka menjadi operator berkualitas. Harapan besar untuk manajemen, para peserta kelak dapat berkontribusi optimal dalam mendukung capaian produksi dan proses bisnis pertambangan. Secara pribadi, saya ingin membuktikan bahwa masyarakat lokal sebenarnya mampu dan kompeten jika diberikan kesempatan pelatihan,” ungkap Arindra.
Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Lemo I, Nurifansyah. Ia menyambut baik inisiatif yang dijalankan Bara Indah Sinergi Group.
”Terima kasih kepada manajemen BIS Group yang telah menggelar pelatihan bagi warga Desa Lemo I, Lemo II, dan sekitarnya. Semoga kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sehingga lebih banyak warga lokal yang memiliki kesempatan meraih keahlian dan bersaing di dunia kerja,” pungkas Nurifansyah.



Tinggalkan Balasan