Muara Teweh, Bakumpai Pos – Peristiwa naas menyelimuti Desa Lemo 1, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara. Seorang balita perempuan berusia dua tahun dilaporkan hilang misterius dari kediamannya, Selasa (17/3/2026) siang.

Korban yang diketahui bernama Sri Jimah itu diduga kuat jatuh dan tenggelam di aliran Sungai Barito.

Hingga Selasa malam pukul 20.50 WIB, tim gabungan masih berjibaku melakukan penyisiran di tengah kegelapan aliran sungai demi menemukan titik terang keberadaan sang balita.

Terjaga dari Tidur, Anak Sudah Tiada

Peristiwa memilukan ini bermula saat ayah korban, Perdi Renaldi, terbangun dari tidurnya sekitar pukul 12.30 WIB.

Betapa terkejutnya ia saat mendapati sang buah hati tidak ada di sampingnya.​

Kecemasan berubah menjadi kepanikan saat Perdi melihat pintu rumah lanting (rumah terapung di atas sungai) miliknya sudah dalam keadaan terbuka lebar.

Ia segera melakukan pencarian di sekitar rumah dan melaporkan kejadian tersebut kepada warga serta aparat desa.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, menyebut pihaknya kesulitan menentukan waktu pasti insiden itu karena minimnya saksi mata.​

“Waktu kejadian tidak diketahui dengan pasti, karena tidak ada yang melihat langsung saat peristiwa terjadi,” ucap Rizali Hadi.

Upaya Pencarian Radius 500 Meter ke Hilir

Tim BPBD Barito Utara bersama pihak keluarga dan warga setempat langsung bergerak melakukan penyisiran.

Pencarian malam ini dilakukan hingga radius 500 meter ke arah hilir dari lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban.

Selain penyisiran manual, tim juga telah menyiapkan berbagai peralatan pendukung untuk memastikan pencarian tetap berjalan meski terkendala jarak pandang yang terbatas di malam hari.

Basarnas Palangka Raya Dikerahkan ke Muara Teweh

Mengingat kondisi Sungai Barito yang memiliki arus dinamis, BPBD Barito Utara telah berkoordinasi dengan Kantor Basarnas Palangka Raya.​

“Satu tim rescuer Basarnas sudah diberangkatkan dari Palangka Raya sore tadi dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju Muara Teweh. Besok pagi, mereka dijadwalkan bergabung untuk memimpin langsung operasi pencarian,” jelas Rizali.

Hingga kini status korban masih dinyatakan hilang. Pihak keluarga, terutama sang ibu, Naca Perinoka, masih berharap mukjizat agar putrinya dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.