Muara Teweh, Bakumpai Pos – Deny (46), seorang nelayan warga Kelurahan Montallat II, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, ditemukan meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang saat mencari ikan.
Jasadnya ditemukan mengapung di wilayah perairan Desa Mampaing, Kabupaten Barito Selatan, Sabtu (13/6/2026) pagi.
Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto, melalui Kapolsek Montallat Ipda Raden Komarudin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan cukup jauh dari lokasi awal dilaporkan hilang.
“Korban ditemukan di perairan Barsel (Barito Selatan) dengan jarak kurang lebih 5 kilometer dari lokasi kejadian korban tenggelam,” ujar Raden kepada awak media, Sabtu siang.
Kronologi Nelayan Hilang di Sungai Barito
Diuraikanya, awalnya pada Kamis malam, saat Deny berpamitan untuk mencari ikan di aliran Sungai Barito. Korban berangkat dari rumah seorang diri dengan menggunakan perahu klotok bermesin kecil.
Namun hingga Sabtu pagi, korban tak kunjung kembali ke rumah. Merasa khawatir, pihak keluarga langsung mengambil tindakan.
”Karena korban tidak kunjung kembali, istri korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat Kelurahan Montallat II. Pihak kelurahan langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan mengimbau masyarakat untuk melakukan pencarian,” jelas Raden.
Warga bersama aparat kelurahan dan kepolisian langsung bergerak cepat menyisir aliran Sungai Barito menggunakan perahu.
BPBD Sempat Siapkan Tim Reaksi Cepat
Di saat yang sama, laporan hilangnya korban juga diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat bersiap meluncurkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi begitu menerima informasi tersebut.
Namun, personel batal meluncur karena korban sudah ditemukan oleh warga.
”Tadi pagi ada masuk laporan ke personel piket TRC terkait orang hilang di Montallat. Beberapa menit pas lagi kita persiapan personel dan sarpras (sarana prasarana) untuk turun ke lokasi, masuk informasi baru bahwa yang bersangkutan sudah ditemukan. Makanya tim batal ke lokasi,” ungkap Rizali Hadi saat dikonfirmasi.
Murni Kecelakaan Air, Keluarga Ikhlas
Pihak kepolisian memastikan bahwa meninggalnya korban murni karena kecelakaan air atau tenggelam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis luar, tim dokter tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga korban, terutama sang istri bersama anak-anaknya, menyatakan telah ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah murni.
Mereka juga telah membuat surat pernyataan resmi untuk tidak menuntut pihak manapun atas insiden tersebut.
”Istri korban dan anaknya menerima dan tidak menuntut kepada pihak manapun juga karena sudah merupakan musibah,” pungkas Ipda Raden Komarudin. (red)



Tinggalkan Balasan