Muara Teweh, Bakumpai Pos – Yayasan Bina Harati Pama (YBHP) bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya (FKIP UPR) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (MonEv) bagi peserta Program Guru Muda Angkatan 5. Kegiatan ini tindak lanjut dari program magang mahasiswa FKIP UPR yang di sekolah-sekolah binaan YBHP di wilayah Kabupaten Kapuas dan Barito Utara selama satu semester.
Dalam pelaksanaannya, para Guru Muda melakukan praktik mengajar yang disupervisi langsung oleh dosen FKIP UPR, dilanjutkan dengan sesi refleksi dan umpan balik konstruktif bersama pihak sekolah.
Wakil Dekan I FKIP UPR, Eli Karliani, menekankan bahwa Program Guru Muda adalah wujud nyata kolaborasi triple helix antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah, terutama untuk menjangkau wilayah 3T.
“Program Guru Muda sangat mendukung bagaimana kampus, industri, dan pemerintah hadir bersama untuk memberikan dampak nyata kepada masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah dengan berbagai keterbatasan. Kehadiran YBHP melalui sekolah binaannya menjadi bukti kontribusi industri dalam mendukung keberlangsungan pendidikan,” ujarnya.
Eli menambahkan bahwa kemitraan ini menjadi solusi strategis dalam menjawab kekurangan tenaga pendidik sekaligus meningkatkan indikator kinerja sekolah di lapangan.
“Pengalaman ini membentuk calon guru yang lebih siap, tidak hanya dari sisi kompetensi pedagogik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan menghadirkan inovasi dalam pembelajaran,” tambah Eli.
Manfaat program ini turut dirasakan langsung oleh pihak sekolah. Edianto, Guru SDN 3 Lemo I, menilai kehadiran mahasiswa memberikan energi dan perspektif baru dalam metode mengajar.
“Program Guru Muda sangat baik karena menghadirkan ide-ide baru, seperti implementasi pembelajaran berfase untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Selain itu, program ini juga memperkuat kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Operasional YBHP, Yogie Astra Satriya, menegaskan komitmen yayasan dalam mendukung pilar pendidikan melalui strategi pengembangan berkelanjutan.
“Program Guru Muda menjadi media bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di lapangan sebagai bagian dari pengembangan calon guru masa depan. Di sisi lain, program ini juga membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sekolah binaan YBHP. Ke depan, kami berharap program ini dapat terus berkesinambungan dan selaras dengan strategi pengembangan CSR di pilar pendidikan,” jelas Yogie.
Melalui sinergi ini, YBHP dan FKIP UPR berupaya menyiapkan generasi pendidik yang adaptif dan inovatif guna menghadapi tantangan nyata dunia pendidikan di Kalimantan Tengah.(red)



Tinggalkan Balasan