Muara Teweh, Bakumpai Pos – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara mengambil langkah tegas menyikapi keluhan masyarakat terkait tingginya harga tiket pesawat Wings Air untuk rute Muara Teweh (Bandara H. Muhammad Sidik) menuju Banjarmasin.

Untuk mencari solusi konkret, DPRD menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di ruang rapat DPRD Barito Utara, belum lama ini.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Hj. Henny Rosgiaty Rusli. Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah anggota DPRD, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Barito Utara B. Girsang, S.P., Kepala Bandara H. Muhammad Sidik, Muhammad Amrillah Kunang, serta perwakilan manajemen Lion Group, Danang Mandala Priantoro.

Hj. Henny Rosgiaty Rusli menegaskan bahwa pihaknya menindaklanjuti banyaknya aspirasi masyarakat yang merasa terbebani dengan lonjakan tarif penerbangan rute tersebut. Menurutnya, transportasi udara telah menjadi kebutuhan vital bagi mobilitas warga Barito Utara.

“Kami menerima banyak aspirasi masyarakat terkait mahalnya harga tiket. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dan dicarikan solusi bersama agar tidak terus-menerus memberatkan warga yang bergantung pada transportasi udara,” ujar Hj. Henny dengan tegas.

Penjelasan Lion Group: Dampak Kurs Dolar dan Avtur

Menanggapi keluhan tersebut, perwakilan Lion Group, Danang Mandala Priantoro, memberikan klarifikasi terkait penyebab kenaikan harga tiket.

Ia menjelaskan bahwa fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat berpengaruh signifikan terhadap biaya operasional maskapai, termasuk kenaikan harga avtur sebagai bahan bakar utama pesawat. Meski demikian, pihak Lion Group berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil pertemuan ini.

Danang menyampaikan bahwa seluruh masukan yang disampaikan oleh DPRD Barito Utara akan dibawa ke rapat internal perusahaan sebagai bahan pertimbangan, sekaligus berupaya meningkatkan standar pelayanan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Langkah Selanjutnya

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal bagi pihak maskapai dan pemerintah daerah untuk mengevaluasi struktur harga tiket agar lebih terjangkau bagi masyarakat, tanpa mengabaikan aspek operasional maskapai.

Masyarakat pun berharap adanya kebijakan yang lebih berpihak pada kebutuhan aksesibilitas transportasi udara di wilayah Barito Utara.